Pages

Cinta Pertamaku Ada di Jogja

ah, sejuknya malam di kota pelajar nan indah ini, membawa suasana hatiku lebih tenang. lebih damai.
moodku serasa tiba-tiba melejit naik hingga ke ujung semesta ini.
ya, aku bahagia :)
tak bosan aku memandang suasana jalanan malioboro pada malam hari rabu ini. pedagang angkringan bertebaran dimana-mana. gemerlap lampu memberikan warna pada jalanan. meskipun tidak seramai biasanya, tapi dengan hanya duduk di tepi ruas jalan ini, aku merasa bahagia. malioboro terlalu mengalihkan pandanganku. sampai-sampai, jagung bakar yang aku beli sejak tadi, hanya tergeletak manis di piring. seketika sebuah senyuman tersungging dari wajahku. sekelebat bayangan masa lalu hadir kembali dalam ingatanku.

ya, aku mengingat dia. sosok lelaki kecil yang lugu, polos, nakal, periang, supel, dan jahil. sosok teman masa kecilku. aku mengenal sosok lelaki itu sejak aku berada pada taman kanak-kanak. bisa dikatakan, kita bersahabat. dan pertemanan kita ini berlanjut hingga sd. bahkan kita bersekolah dalam SMP dan SMA yang sama. namun rasa pertemanan itu berubah, hingga aku mengenalnya lebih dalam lagi saat kita berada pada SD yang sama. bahkan selama 6 tahun itu, kita selalu berada dalam 1 kelas.
dan ternyata.....aku menyukainya. aku baru merasakan getaran berbeda tiap kali aku dekat dengannya saat aku kelas 4 sd. namun perasaan ini hanya sebatas suka. sebatas mengagumi kelebihan sosok lawan jenis yang menurutku 'wah' di mataku. aku terlalu kecil untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah ini. aku belum paham.

namun, setiap hari aku bertemu dengannya. bermain bersama dengannya. berdiskusi masalah pelajaran dengannya, aku mulai merasakan getaran yang lebih dari hanya sekedar 'menyukai' ataupun mengaguminya. 
ini terjadi saat kelas 6. dan ternyata.......... aku menyayanginya.bahkan mencintainya. mungkin terlihat bodoh atau klise. tapi itu yang aku rasakan. timbul hasrat untuk memilikinya, mengetahui bagaimana perasaan dia padaku. namun aku terlalu takut untuk bertanya langsung. aku hanya memperoleh informasi dari teman-teman terdekatku.
hah, bisa dikatakan, pada saat itu aku adalah seorang "pemuja rahasia sekaligus sahabat"nya.
sempat putus asa. sempat pesimis bahwa dia akan mempunyai perasaan yang sama denganku. secara dilihat dari mantannya, lebih perfect dan lebih cantik. namun aku tidak hanya berhenti disini. terinspirasi oleh lagu dari Tiket. begini liriknya "aku bisa membuatmu cinta kepadaku. meski kau tak pernah mencintaiku. biar saja waktu yang kan menjawab. semua padaku".

akhirnya setelah kode-kode yang aku berikan kepadanya, baik lewat temanku, temannya, atau dengan aku sendiri. akhirnya dia luluh juga denganku. dan ternyata dia mempunyai perasaan yang sama sepertiku. 
dia menyatakan perasaan yang sama padaku saat kami melakukan studytour sd di Jogja. tepatnya dia menyatakan perasaannya di tangga hotel tempat aku menginap. pada malam hari. 
"Luk? sini duduk di sebelahku"
"iya kenapa?"
"aku sebenernya suka sama kamu. sayang. kamu gimana?"
"hem..." lama aku terdiam. malu. salting
"iya. kamu juga pasti suda tau dari anak-anak. ga usa tanyak lagi"

ah, memang kita tidak langung mempunyai 'ikatan' setelah percakapan saat itu. namun aku merasa sangat bahagia. ternyata usahaku tidak sia-sia. cinta pertamaku, hati pertamaku di Jogja. itulah mengapa ketika berlibur aku lebih memilih berada di Jogja. selain karna memang Jogja menarik, juga karna kenangan pada masa itu. :) lucu. aku juga selalu mencari-cari informasi tentangnya. mulai dari biodatanya, warna kesukaan, sampai-sampai lagu favoritnya. dia adalah seorang 'blue addict'. kemudian aku mencoba untuk menyukai warna yang sama dengannya. sampai saat ini, aku menyukai warna itu. namun bukan karena dia lagi. warna biru memang tepat bagiku.

februari. tepatnya tanggal dua. kejelasan itu memang muncul. bahagia, senang, gembira. akhirnya aku mendapatkan cinta pertamaku. diam-diam aku mengambil foto saat ujian akhir nasional miliknya. lalu menempelkan foto itu di dalam buku diaryku. tepatnya disebelah fotoku. tak lupa juga kartu ujiannya aku ambil. hihi sebagai kenang-kenangan bahwa kita 'pernah' bersama. ya, hubungan kita berakhir cepat. tidak lama. entah mengapa. tapi sampai smp pun aku tetap menyayanginya. mungkin dia lebih bahagia dengan yang lain. tidak apa. aku rela. asalkan dia bahagia.
see his smile, his laugh, is more important. eventhough, it isn't because you. just calm.
and...... ya! that's my motto. for him, my first love.

jujur. aku belajar banyak banget dari dia. dia juga memberikan pelajaran yang berharga buat aku. sosok laki-laki itu yang slalu aku banggakan. dan alhamdulillah, aku bisa move on. tidak seperti kebanyakan orang yang susah untuk melupakan cinta pertamanya. karena kamu, terimakasih :)


Postingan ini diikutkan dalam rangka memeriahkan GIVEAWAY CINTA PERTAMA Blog Asyiknya Menulis 



2 komentar:

Uli Kerenzia mengatakan...

hai terimakasih sudah ikut meramaikan giveaway cinta pertama di blogku. Kisah cinta pertama selalu punya ceritanya sendiri dihati kita :)

Unknown mengatakan...

iya sama-sama mbak :) cinta pertama itu emang sesuatu~

Posting Komentar