Pages

Bolehkah Kini Aku Memanggilnya 'sahabat'?

hai, apa kabar? lama tak jumpa yaa? Asssalamualaikum.. haloo kakaaa?
hah-_- berulang kali aku membuang kertas putih tak berdosa itu, menuliskan kalimat awal untuk mengawali perbincangan denganmu ini. walau hanya sebatas melalui surat kecil yang mungkin tidak berharga. aku bingung. harus memulai dari mana mengatakan ini. pasti kau sudah terlarut dalam kemarahanmu. dalam kecemburuanmu. "maaf" mungkin satu kata itu yang dapat aku sampaikan. maaf. maaf aku menyukainya. mungkin kau sudah menganggapku sebagai 'penghianat'. mungkin kau sudah mencapku 'teman makan teman'. tapi semua ini bukan salahku. hanya berawal dari sebuah sms yang berlanjut sampai kini. aku merasakannya. ya, aku merasakan nyaman berada dekat dengan dia. sama sepertimu dulu. saat kau masih menjadi miliknya. saat kau masih sering menceritakan padaku bagaimana bahagianya, nyamannya, senangnya berada dekat dengan dia. dan kini aku merasakannya sama sepertimu dulu. tetapi aku sudah menahan rasa ini. aku sudah berusaha mengendalikan perasaan ini untuknya. maaf kalau aku belum sempat menceritakan semua ini padamu. aku terlalu takut menghadapi kenyataan.
seseorang itu memang asyik, pengertian, lucu, aneh. aku merasakan kenyamanan itu saat aku dan dirinya sedang bertukar cerita. saat aku butuh sandaran, saat aku butuh motivasi, dia datang. sehari tanpa kita smsan, serasa sehari tanpa hujan. kering. galau. memang nyaman, dan mungkin aku sudah sedikit menyukainya. tapi aku hapuskan semua itu. aku takut. takut pada dirimu. tapi bolehkah kini aku menyayanginya dalam keadaan sebagai sahabat? bolehkah kini aku memanggilnya sebagai sahabat? jawablah iya.... agar aku bisa menahan semua rasa ini. agar tidak ada pihak yang tersakiti....


untuk seseorang yang mungkin kini sudah menganggapku sebagai seorang penghianat.
maaf-

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Numpang komen yee...

visit my page : http://erisoncs.student.ipb.ac.id

xD

Unknown mengatakan...

okeeee

Posting Komentar