Pages

" BINTANG MISTERIUS "


Pagi yang cerah disertai dengan senyuman hangat sang mentari dan nyanyian burung kenari menambah indahnya suasana hari itu. Seorang anak laki-laki tiba-tiba datang memelukku sambil menangis dan memakaikan sebuah kalung berbentuk bintang kepadaku. Muka anak itu terlihat samar dan abstrak. “Mungkin kau akan melupakanku, tapi berjanjilah bahwa suatu saat nanti kalung ini yang akan mengingatkanmu lagi tentang kenangan kita”, katanya. Namun tiba-tiba semua menghilang.
            BUKK!! Kepalaku terbentur kaca jendela mobil. Cenat-cenut rasanya.
            “Nyesel deh, ternyata cuma mimpi tadi. Tapi sepertinya ada yang lain dari mimpi itu. Seperti aku pernah mengalaminya sebelumnya. Ya, saat aku masih kecil. Kalung yang sekarang aku pakai pun persis seperti kalung yang ada di mimpiku itu. Andaikan saja waktu itu aku tidak kecelakaan, pasti gak akan lupa ingatan, pasti deh aku bakal inget sama anak laki-laki yang waktu itu ngasih aku kalung bintang. Siapa dia ya? Sakiitt kepala nih kalo nginget yang dulu-dulu.”, umpatku dalam hati sambil melihat ke arah jalan menuju kota Hujan. Kota masa kecilku dulu saat aku kelas 6 SD.
            Ya, aku Keysha, yang sebentar lagi akan resmi menjadi siswa SMAN 1 Bogor. Tak sabar aku menemui rumah kecilku dulu. Rumah yang pasti tersimpan banyak kenangan. Hanya saja, aku suda tidak bisa lagi banyak mengingatnya. Sangat disayangkan.
            “Aaaaa my little sweet home! Long time no see you? I miss you bad”, kataku sambil berlari mengelilingi rumahku yang berada di Bogor.
Rumahku yang satu ini terletak di bagian puncak daerah Bogor. Udaranya sangat sejuk dan dekat dengan persawahan juga perkebunan. Letaknya juga tak jauh dari sekolahku yang baru. Rumahku juga punya halaman yang sangat luas. Di belakangnya saja ada sebuah taman yang banyak pepohonan dan tanaman hias dan juga ayunan yang menjadi satu dengan rumah di sebelahnya, mantan rumah Pak Wardi. Terlihat jelas sebuah kamar rumah sebelah itu dari tempat aku bermain ayunan. Hanya saja sekarang rumah di sebelah sudah lagi tidak berpenghuni. Tidak tahu mengapa. Padahal kata mamaku, saat aku masih kecil, aku sangat akrab dengan anak tetanggaku ini. Bahkan, aku pernah, tidak mau diajak pulang untuk makan malam karena keasyikan bermain dengan anak tetanggaku ini. Ah, andaikan saja aku bisa mengingat semuanya, pasti akan terasa menyenangkan bisa bertemu dengan anak itu. Ah, bikin pusing kepala aja kalau diingat. Tiba-tiba aku melihat sosok seperti anak laki-laki dari kamar itu, kamar dari rumah Pak Wardi. Dengan cueknya aku pergi menuju kamar tidurku, mungkin aku sangat lelah sampai-sampai berhalusinasi yang tidak mungkin. Bayangkan saja, perjalanan dari Jogja menuju Bogor tidaklah sebentar.

–-0-
 
            Keesokan harinya, aku sudah bisa masuk sekolah baru di tahun ajaran baru juga. Seperti biasa, ritual senior SMABOR, panggilan akrab “SMAN 1 Bogor”, untuk ngejailin anak kelas satu pun dimulai. Selama seminggu itu, aku menikmati masa-masa MOSku dan hasilnya aku suda dapat sahabat baru, deskmate-ku. Namanya Nia. Dia bukan asli orang Bogor, namun Jakarta. Anaknya cantik, cerdas, tinggi, hidungnya mancung, putih, pokoknya perempuan idaman banget deh. Dia jugak asyik buat diajak curhat, orangnya easygoing. Aku juga nge-fans -bisa dibilang “suka” mungkin- sama satu seniorku, orangnya Indo, tinggi, keren, walau agak item sih, namanya Abil, tapi aku tetep seneng soalnya kak Abil itu salah satu senior yang gak suka bentak-bentar juniornya, terutama aku sama Nia. Tapi sayangnya, denger-denger kak Abil itu playboy, dan Nia juga suka sama kak Abil bahkan denger-denger kak Abil juga punya rasa yang sama seperti Nia.
“Aku relakan aja deh kak Abil buat Nia, daripada persahabatanku hancur gara-gara senior itu-,-“, kata-kata penyemangatku dalam hati tiap kali Nia menceritakan kisah-kasihnya yang bikin aku iri juga cemburu dengernya. Tak lupa, lagu “Dilema” yang dibawakan oleh Cherrybelle juga sering aku putar saat aku iri pada Nia.

-0-

            Tidak terasa lebih dari 3 bulan aku tinggal di Bogor. Kota yang damai dan penuh dengan keramaian. Aku juga tetap sering bermain di taman belakang rumahku itu. Namun, akhir-akhir ini, aku mendapati sesuatu yang tidak terduga. Tiap kali aku bermain ayunan di taman rumahku itu, aku mendapati sebuah kotak berbentuk bintang persis seperti kalung yang aku pakai itu. Dalam kotak itu terdapat sebuah benda yang berbeda-beda setiap harinya, mungkin menandakan suatu petunjuk. Di kotak bintang itu pernah berisi sebuah foto masa kecilku yang sedang duduk di dekat ayunan rumahku, sebuah peta dimana itu menunjukkan ke arah pohon dekat tamanku, mainan kelereng, boneka bintang, dan gambar teleskop. Ternyata dalam pohon di taman rumahku itu terdapat suatu goresan, yang menunjukkan tulisan “Key Y Bintang”. Aku tidak tahu apa makna dari semua ini. Yang jelas ini semua adalah barang-barang mainan anak kecil. Mungkinkah ini ada kaitannya dengan mimpiku selama ini? Dengan anak laki-laki yang sering muncul dalam hidupku? Sebenarnya siapa dia? Sahabatku-kah?
            Selain kotak bintang berisi macam-macam benda masa kecilku, aku juga sering mendapati sosok laki-laki sedang berdiri dekat kamar rumah tetanggaku ini. Setiap kali aku selesai bermain ayunan, selalu saja aku melihat sosok laki-laki itu. Tidak mungkin hanya halusinasi karena aku sering mendapati sosok laki-laki itu. Tapi tidak mungkin juga dia tinggal di rumah Pak Wardi. Jelas-jelas kata mama keluarga Pak Wardi sudah pindah rumah sejak satu tahun yang lalu.

-0-

            Ku ceritakan semua kepada Nia tentang kotak misterius dan laki-laki misterius itu.
            “Gimana nih Ya’? Aku harus gimana?”, tanya Keysha.
“Loe sebaiknya cari tahu aja deh siapa sebenarnya pengirim kotak bintang itu. Daripada loe mati penasaran sama dihantui sosok laki-laki itu? Kan serem, Key? Hhiiii~ itung-itung juga buat ngelatih ingetan loe. Biar bisa inget semuanya, walau Cuma dikit-dikit. Lagian kan ntar loe yang seneng bisa ketemu laki-laki di mimpi loe itu”, cerocosnya.
“Tapi gimana caranya?”
“Ya loe dikit-dikit tanyak gitu geh ke mama loe. Barangkali mama loe ngerti masa lalu loe dan cowok itu, Key. Trus cobak beberapa hari ini loe gak ke taman dulu. Apa masih ada tuh yang ngirim kotak itu? Cobak diinget-inget lagi, Key masa lalu loe. Apalagi abis ini loe ulangtaun. Mau loe digentayangin sama kotak misterius itu? Ogah deh gue” Nia kembali sibuk dengan androidnya sambil senyum-senyum sendiri.
Maklum deh, Nia baru aja jadian sama Kak Abil, kak Abil mengungkapkan perasaannya secara langsung di hadapan teman-teman OSISnya. Rasanya hati ini bahagia saat melihat sahabat kita sendiri bahagia, walau sebenarnya hati kita ingin menangis.

-0-

Keysha nurutin apa kata Nia. Dia gak pergi ke taman selama beberapa minggu ini. Memang benar katanya, tak ada lagi kiriman kotak bintang itu. Dia juga sudah bertanya kepada mamanya. Memang dia dulu sering bermain dengan anak laki-laki dari Pak Wardi itu. Namun, sudah lama anak laki-laki itu menginap di rumah sakit. Entah sakit apa. Akhirnya Pak Wardi pindah ke rumah yang lebih dekat dengan rumah sakit itu.

-0-

            SEKARANG HARI ULANG TAHUN KEYSHA KE-16! Saat dia bangun, tiba-tiba kotak bintang misterius itu muncul lagi! Di dalamnya terdapat surat ucapan ulangtahun, namun anehnya, tahun di surat itu beda, yaitu tanggal 20 February tahun 2008. Padahal sekarang adalah tahun 2012. Setelah menghitung-hitung tahun dan berpikir sejenak, Keysha ingat bahwa tahun itu adalah tahun saat ia pindah ke Jogja sebelum akhirnya kembali lagi ke Bogor. Tak ada nama pengirim, hanya gambar bintang di bagian bawah surat itu. Sedikit ada bercak-bercak kemerahan seperti darah di dalam suratnya. Dan terdapat dua foto, yang pertama yaitu foto yang sudah usang, disana seorang anak laki-laki memberikan kalung bintang kepada perempuan,itu keysha! Dan yang terakhir adalah foto rumah sakit. Keysha pusing, bingung, tak tahu harus bagaimana. Yang jelas, dia harus masuk sekolah hari ini!

J
            Di sekolah saat istirahat, kak Abil tiba-tiba menyeret Keysha menuju ke lapangan. Memang akhir-akhir ini, kak Abil sempat dekat dengan Keysha. Namun hanya sebatas senior dan junior dalam OSIS. Semua murid SMABOR pun berkumpul karena penasaran, begitu juga dengan Nia. Dari dalam tasnya, kak Abil mengeluarkan sebuah kado berbentuk bintang. Sontak saja Keysha terkejut. Mungkinkah selama ini yang memberinya kotak bintang itu Kak Abil? Tapi mana mungkin dia tau masa lalu dari Keysha? Keysha saja baru mengenalnya saat di sekolah ini. Kak Abil tiba-tiba berlutut dihadapan Keysha sambil memberi ia kado itu.
            “Aku tau kamu bingung. Tapi aku mau kamu jadi pacar aku sekarang. Aku sudah putus sama Nia”, jujur Abil.
            ”BOHONGG!! KITA BELUM PUTUS. DASAR LAKI-LAKI PLAYBOY. KAMU JUGA KEYSHA, BERANI-BERANINYA ABIL NEMBAK KAMU DIHADAPAN BANYAK ANAK INI? TERNYATA DIAM-DIAM KAMU NUSUK AKU YA. SEMUAA JAHAATTT. TERMASUK KALIAN BERDUA! NIA BENCI KEYSHA.”, jerit Nia sambil berlari keluar menuju sekolah sambil menangis terisak.
            “AKU GAK AKAN NERIMA KAMU, KAK. KAK ABIL SUDAH BOHONG SAMA KEYSHA. SATU LAGI. KEYSHA GAK SUKA DIKASIH KADO BERBENTUK BINTANG INI! APALAGI DARI KAKAK!!”, amarah Keysha meledak-ledak.
            Kenapa hari ulangtahunnya harus rumit seperti ini? Belum lagi dengan kotak misterius itu. Keysha berjalan dengan gontai. Entah ke arah mana. Dia ingin mati rasanya. Sahabatnya pasti mengganggap dirinya main belakang, padahal tidak.
            “TIINN TINNNN”
            Sontak Keysha kaget dan ia terjatuh di depan rumah sakit. Tak tahu rumah sakit apa. Hampir saja Keysha tertabrak mobil sialan itu. Ia teringat foto rumah sakit di dalam kotak itu. YA! Sama dengan rumah sakit yang ada di depannya. Langsung saja dia masuk. Sebelum akhirnya bertemu dengan laki-laki tua yang menyapa Keysha. Ternyata beliau adalah Pak Wardi, mantan tetangganya. Pak Wardi bertanya apakah ia masih mengingatnya dan anak laki-lakinya bernama Bintang. Dan Keysha menjawab tidak.
            Pak Wardi menceritakan bahwa Bintang itu adalah teman main saat Keysha kecil. Bintang adalah sahabatnya. Bintang yang telah memberikan kalung bintang sebagai pengingat dirinya dengan Keysha. Bintang telah lama koma, sekitar 6 bulan dan sampai sekarang masih belum sadar. Bintang sering bercerita tentang Keysha kepada Pak Wardi. Dia koma juga karena ia kangen Keysha, ia ingin menyusul Keysha ke Jogja. Namun di tengah perjalanan, Bintang tertabrak oleh truk dan tak sadarkan diri sampai sekarang. Keysha terkejut dan tak percaya. Ia bertanya-tanya dalam hati. Koma? Tidak sadarkan diri selama itu? Lalu siapa yang memberikan kado misterius itu? Apa maksudnya? Lalu siapa yang sering diliatnya dari taman belakang rumah itu?
Keysha akhirnya memberanikan diri masuk ke ruang inap Bintang. Dibisikkannya semua yang Keysha rasakan kepada Bintang. Tak lupa ia bertanya apa maksud dari semua itu. Namun tiba-tiba Bintang kejang-kejang sebelum akhirnya. Isak tangis dari Pak Wardi dan istrinya. Bintang telah tiada. Namun digenggamnya sebuah surat yang bertuliskan nama Keysha. Keysha akhirnya tahu. Bintang hanya ingin bertemu dengan Keysha. Memastikan apakah ia masih ingat kepadanya atau tidak. Dan sebenarnya jugak Bintang sayang kepada Keysha lebih dari sekedar sahabat. Keysha menyesal mengapa tidak dari dulu ia ingat kepadanya. Namun dia juga merasa lega, akhirnya Bintang pergi meninggalkannya tanpa beban di hati. Namun dia masih bertanya-tanya, selama Bintang koma, siapa yang memberikan semua benda-benda masa kecilnya? Apakah memang Bintang atau bukan? Tiba-tiba Keysha tak sadarkan diri. Ia pingsan.

-0-

            Setelah pingsan dalam rumah sakit itu, Keysha tak sering lagi bermain di ayunan. Dan sudah tidak melihat sosok itu. Barang-barang misterius itu pun juga masih disimpan dalam kotak berbentuk bintang dalam lemarinya. Hubungannya dengan Nia pun membaik. Karna ia tidak mau menanggung sakit hati, Nia memutuskan untuk kembali ke kota asalnya lagi. Walau sudah ikhlas memaafkan Keysha, tetap saja Nia merasa masih ada sesuatu yang mengganjal. Bagi Keysha itu tak apa. Setidaknya hidup Keysha harus berlanjut, dan Sahabat akan tetap jadi sahabat. Sahabat akan tetap menjadi “bintang” terindah dan yang paling bersinar bagi hidupnya.


ini asli cerpen buatanku loh, guys :)

0 komentar:

Posting Komentar